Langsung ke konten utama

Obat Tradisional Thalassemia



Sedikit ulasan yang saya tahu tentang penyakit Thalassemia, saat itu yang saya tangkap adalah bahwa seorang pengidap penyakit Thalassemia akan selalu bergantung pada tranfusi darah sepanjang hidupnya, dan saya membayangkan betapa mahalnya dan menderitanya sang pasien, dan hanya terhenti sampai disitu saja.


Dan malam ini hal itu semua berubah, ketika secara tidak sengaja menangkap pembicaraan Bi Iin (Pengasuh Qla, anak saya) dengan tante saya, yang saat ini kebetulan di diagnosa anemia oleh dokter dan saat perbincangan itu berlangsung tante saya merasakan tubuhnya lemasa dan pusing.

Saya semakin penasaran dengan perbincangan mereka, manakala si bibi mulai bercerita tentang bagaimana dia kehilangan salah satu anaknya yang menderita thalassemia, ya anaknya telah meninggal dunia.  Di saat yang lain dia juga harus terus memperjuangkan satu anak lainnya yang juga mengidap Thalassemia.
Anak bibi ada 3 dan semuanya wanita, yang paling kecil telah meninggal karena Thalassemia dan yang kedua
alhamdulilah berkat resep Obat Tradisional Thalassemia yang diberikan oleh sesepuh banten tempat dia pernah berobat, sampai sekarang sudah kurang lebih 2 tahun sudah tidak pernah transfusi lagi!


Dari sini saya tertarik untuk membagikan resep Obat Tadisional Thalassemia tsb kepada yang lainnya  melalui blog ini khususnya para penderita Thalassemia, yang mungkin sudah merasa cape & putus asa berobat kesana kemari dan tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkan.

Resep Obat Tradisional Thalassemia adalah sbb :

Bahan-bahan:
Kluwak
Gula Aren
Jeruk Nipis
Telor Ayam
Madu

 (semua bahan secukupnya saja, kecuali telor ayam 1 butir)

Cara meraciknya:

- 1 buah kluwak diseduh air panas, di kocok sampai halus lalu disaring & dibuang ampasnya.
- Campurkan air saringan /konsentratnya saja (tdk blh terlalu banyak airnya, cukup 5-10 sendok saja)
  dengan gula, jeruk nipis, madu dan telor, lalu kocok sampai merata.

Minumlah secara rutin ramuan Obat Tradisional Thalassemia tsb minimal 2x dalam sehari (pagi & sore) disarankan 3x dalam sehari.

Alhamdulilah, sejak rutin meminum Obat Tradisional Thalassemia tsb, anak si bibi (lupa tanya namanya, udah tidur bibinya :)  sudah tidak pernah transfusi darah lagi selama kurang lebih 2 tahun sampai sekarang.

Dan menurut keterangan yang diberikan anaknya via bibi, badannya terasa segar seharian dan dadanya tidak terasa panas semenjak meminum ramuan Obat Tradisional Thalassemia tsb.

Demikian sekilas sharing tentang Obat Tradisional Thalassemia, semoga membawa berkah & manfaat untuk semua, mohon share untuk yang memerlukan,amien!

CATATAN KHUSUS :
Tidak boleh diberikan pada penderita hypertensi/darah tinggi!

Stay healthy & happy yaaa...
Meita Laksmiati
M:+62-0813-10655056
F:http://www.facebook.com/meita.laksmiati
G:meitalaksmiati
T:@meita_l
Y:meita_l










Komentar

  1. Untuk semua hal ttg Thalassemia bisa dilihat di:

    http://thalassemiacomunity.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melilea Detox - My Detox Diary.... #well done :D

Melilea Detox - My Detox Diary.... #well done :D  Berawal dari rasa kurang percaya diri dengan berat badan yg semakin hari semakin bertambah :(  lalu merasa juga badan terasa berat & nafas sedikit sesak..belum lagi masalah perut yang kian hari kian membuncit :'( sampe seringkali dibilang lagi hamil! Oh tidakkk!!! Berat badan saat melilea detox  ini dilakukan 60kg! dengan tinggi yang semampai alias semeter gak sampai, sdh overweight bangetttt! Akhirnya karena sikon tsb di atas, kubulatkan tekad untuk segera mencanangkan melilea detox di awal tahun 2011, sebagai salah satu resolusi: tampil lebih langsing & menarik :D Untuk memenuhi janji sebelumnya, berikut cuplikan melilea detox dairy day by day..  #struggling to finish it  :)  Detox Diary selama 5 hari: Melilea Detox  #1 tanggal  10 Januari 2011 Berhubung hari senin, maka diniatkan bayar puasa sembari melilea detox , jadi sahur pagi hanya cuma konsumsi melilea saja ..plus minum air put...

Bikin Donat ala JCO Yuk!

Donat ala J-Co Source : Lezaat - NCC Cooking Show 18 November 2006 Bahan A : 850 gr tepung terigu "Cakra" / tepung terigu Jepang (Komachi) 30 gr ragi instant 10 gr garam 600 ml air matang (kalo pake tepung cakra, kurangi 75 - 100 ml) Bahan B : 200 gr tepung terigu "cakra" / tepung terigu Jepang 10 gr garam 60 gr susu bubuk FC 125 gr gula pasir 100 gr telur 125 gr mentega putih / shortening Cara Membuat : 1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang. 2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit. 3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi. 4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan. 5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera. Note : - Jika menggunakan Tepung Cakra, takaran air harus dikurangi sebanyak 75 s.d 100...

Miracle of Idul Adha

Masih terasa seperti kemarin, saat 5 tahun yang lalu, ketika itu suami tengah menunaikan ibadah haji.  Melalui sms dan telepon kita masih terus berkomunikasi dengan intens, sampai-sampai gara-gara collect call terus-terusan, biaya telepon rumah bengkak sampai 2jt rupiah!  Salah satu moment yang tak mungkin kulupakan saat idul adha adalah ketika suami meminta saya untuk ber kurban di rumah, dan dia sempet sms bilang "mi, minta bagian pahanya sebelah ya sama panitianya" saya hanya mengiyakan saja untuk menenangkan dan menyenangkan hatinya, karena saat itu saya berpikir bahwa kurban bukan berarti kita yang berkurban harus ikut mencicipi daging tsb, karena merasa masih banyak orang lain yang jauh lebih memerlukan daging tsb selain dari itu saya memang kurang suka memakan/memasak daging kurban, terasa beda baunya menurut saya.           Hari itupun tiba, setelah shalat idul adha di lapangan dekat rumah, tak lama saya dan adik menyaksikan prosesi pemot...