Langsung ke konten utama

What do you do for living?

Inget zaman awal divorce saat tiba-tiba harus keluar dari pekerjaan karena suatu hal yang prinsip yang saya tidak bisa terima dari bos. Tiba-tiba jobless saat awal proses divorce itu sesuatu banget 😟

Tetapi karakter gw yang logis dan realistis mulai menginventarisir contact kolega, teman dan lain lain yang sekiranya bisa jadi open parachute saat itu, hingga silaturahmi mulai lebih digencarkan ke berbagai belahan kawasan haha..demi memperbesar peluang untuk mendapatkan income yang hilang tiba-tiba 😀 

Sampe akhirnya ketemu bos kantor sekarang, yang dari dulu memang baik hati dan tidak sombong (semoga orangnya dan orang kantor gak ada yang baca haha..) dimulai dari terima orderan yang untungnya cuma 500ribu perak pake jauh ke Bandung pulakk, terus ada juga yang profitnya USD 600 sampe akhirnya bisa jadi freelance project coordinator utk export mesin ke Unilever Ghana! Alhamdulilah! 

Kuncinya adalah fokus pada solusi, fokus pada resource yang kita miliki dan terus bergerak! Sama magic wordnya di ulangi terus-menerus, dalam hal ini magic wordku saat itu adalah seperti ini kurang lebih .."mas, pokoknya kalau lo butuh support untuk apapun itu, gw siap dan standby!" dan itu di ulang setiap ketemu decission maker saat silaturahmi di berbagai event dan venue! and it works magically, yass! 😤



So, sampai saat ini saya masih kerja di salah satu kontraktor lokal di Cikarang, masih handle project, kadang marketing juga dan ikut sruvey ke berbagai pabrik di jabodetabek, review project managament termasuk invoice nya dan lain lain.. yang paling seru adalah dapat fleksibilats waktu dalam seminggu cuma masuk 3 hari with flexie hour!

Selain itu kadang juga dapat job ngemsi, intrepreter, notes taker dari LSM lokal maupun internasional. 

Dan saat ini lagi fokus juga untuk kembangin salah satu bisnis kesehatan dan kecantikan yang sistemnya luar biasa lah yah..komisi harian, bonus trip, produknya alami dan dibutuhkan semua orang 😚

Jadi kalau kamuuuh saat ini lagi galau gundah gulana karena kehilangan job, butuh income..coba deh gali database kamu, perbanyak silaturahmi, kencengin do'a dan sedekah setiap saat dengan apa yang kita punya, insyalloh selalu ada jalan keluar dari pintu yang tak di sangka-sangka 😌

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melilea Detox - My Detox Diary.... #well done :D

Melilea Detox - My Detox Diary.... #well done :D  Berawal dari rasa kurang percaya diri dengan berat badan yg semakin hari semakin bertambah :(  lalu merasa juga badan terasa berat & nafas sedikit sesak..belum lagi masalah perut yang kian hari kian membuncit :'( sampe seringkali dibilang lagi hamil! Oh tidakkk!!! Berat badan saat melilea detox  ini dilakukan 60kg! dengan tinggi yang semampai alias semeter gak sampai, sdh overweight bangetttt! Akhirnya karena sikon tsb di atas, kubulatkan tekad untuk segera mencanangkan melilea detox di awal tahun 2011, sebagai salah satu resolusi: tampil lebih langsing & menarik :D Untuk memenuhi janji sebelumnya, berikut cuplikan melilea detox dairy day by day..  #struggling to finish it  :)  Detox Diary selama 5 hari: Melilea Detox  #1 tanggal  10 Januari 2011 Berhubung hari senin, maka diniatkan bayar puasa sembari melilea detox , jadi sahur pagi hanya cuma konsumsi melilea saja ..plus minum air put...

Bikin Donat ala JCO Yuk!

Donat ala J-Co Source : Lezaat - NCC Cooking Show 18 November 2006 Bahan A : 850 gr tepung terigu "Cakra" / tepung terigu Jepang (Komachi) 30 gr ragi instant 10 gr garam 600 ml air matang (kalo pake tepung cakra, kurangi 75 - 100 ml) Bahan B : 200 gr tepung terigu "cakra" / tepung terigu Jepang 10 gr garam 60 gr susu bubuk FC 125 gr gula pasir 100 gr telur 125 gr mentega putih / shortening Cara Membuat : 1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang. 2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit. 3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi. 4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan. 5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera. Note : - Jika menggunakan Tepung Cakra, takaran air harus dikurangi sebanyak 75 s.d 100...

Miracle of Idul Adha

Masih terasa seperti kemarin, saat 5 tahun yang lalu, ketika itu suami tengah menunaikan ibadah haji.  Melalui sms dan telepon kita masih terus berkomunikasi dengan intens, sampai-sampai gara-gara collect call terus-terusan, biaya telepon rumah bengkak sampai 2jt rupiah!  Salah satu moment yang tak mungkin kulupakan saat idul adha adalah ketika suami meminta saya untuk ber kurban di rumah, dan dia sempet sms bilang "mi, minta bagian pahanya sebelah ya sama panitianya" saya hanya mengiyakan saja untuk menenangkan dan menyenangkan hatinya, karena saat itu saya berpikir bahwa kurban bukan berarti kita yang berkurban harus ikut mencicipi daging tsb, karena merasa masih banyak orang lain yang jauh lebih memerlukan daging tsb selain dari itu saya memang kurang suka memakan/memasak daging kurban, terasa beda baunya menurut saya.           Hari itupun tiba, setelah shalat idul adha di lapangan dekat rumah, tak lama saya dan adik menyaksikan prosesi pemot...