Langsung ke konten utama

Anugerah Terindah : AQEELA MALIHAH HUSNA (Mom Go Blogging)


"Miiii, bobo yuk!" seru Qla setengah merajuk
"Ayo.." kataku seraya melirik jam dinding yg sudah menunjukan waktu pukul 21.30 WIB
"Tapi bacain cerita dulu yaaaaaaaa mi!" sambil berlari mengambil dua buku cerita di rak bukunya
"Iya yang, tapi habis itu langsung bobo ya nak?" 

Disodorkannya buku Karunia Ilahi, sebagai buku pertama yang harus kubacakan..
seperti biasa, Qla memintaku membaca sampul bukunya, lalu setelah itu dia mulai berdo'a

"Bismillahirrahmanirahim..lalu mengalunlah surat al-fatihah dari bibir mungilnya.. 
dan ritual membaca buku cerita sebelum tidur pun dimulai..

Di halaman 4 dari buku itu, ada kalimat : ALLAH SWT memberi ayah, bunda dan kakak yang menyayangiku,
lalu kuberitahu Qla bahwa dia punya Abi, Mimi dan ...... kakak siapa yang? mengingat dia anakku semata wayang :)
lalu dengan sigap Qla menjawab: "Kaka Vivi!" sambil tersenyum penuh arti.

Kaka Vivi sebenarnya adalah sepupu  kecilku alias Tante Kecilnya Qla yang baru kelas 3 SD :)

"Ayang, ayang harus bersyukur punya abi..punya mimi, karena ada teman-teman ayang diluar sana yg
sdh tidak punya abi dan mimi, karena keduanya sudah meninggal..disebutnya kalo yang bapaknya meninggal yatim,
kalau yang ibunya meninggal piatu, nah kalo gak ada dua-duanya namanya yatim piatu yang" sedikit panjang lebar
berusaha memberi pengertian pada Qla

"Oh gitu ya mi?" sergah Qla setengah mencoba memahami apa yang baru saja kujabarkan

"Iya sayangku, jd kl kapan-kapan ayang punya teman yg mama papanya udah gak ada, ayang musti sayang yaaa?"
"Kalau ayang punya sesuatu dibagi ya nak?"
"Iya mi.." sahut Qla

Tak lama Qla pun terlelap, aku merasa bahwa di usianya yang masih 4 tahun pun..sdh seharusnya Qla tahu bahwa
menyayangi teman-temannya yang yatim piatu adalah suatu hal yang tidak boleh dia lupakan..insyallah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obat Tradisional Thalassemia

Sedikit ulasan yang saya tahu tentang penyakit Thalassemia, saat itu yang saya tangkap adalah bahwa seorang pengidap penyakit Thalassemia akan selalu bergantung pada tranfusi darah sepanjang hidupnya, dan saya membayangkan betapa mahalnya dan menderitanya sang pasien, dan hanya terhenti sampai disitu saja. Dan malam ini hal itu semua berubah, ketika secara tidak sengaja menangkap pembicaraan Bi Iin (Pengasuh Qla, anak saya) dengan tante saya, yang saat ini kebetulan di diagnosa anemia oleh dokter dan saat perbincangan itu berlangsung tante saya merasakan tubuhnya lemasa dan pusing. Saya semakin penasaran dengan perbincangan mereka, manakala si bibi mulai bercerita tentang bagaimana dia kehilangan salah satu anaknya yang menderita thalassemia, ya anaknya telah meninggal dunia.  Di saat yang lain dia juga harus terus memperjuangkan satu anak lainnya yang juga mengidap Thalassemia. Anak bibi ada 3 dan semuanya wanita, yang paling kecil telah meninggal karena Thalassemia dan yang ...

Bikin Donat ala JCO Yuk!

Donat ala J-Co Source : Lezaat - NCC Cooking Show 18 November 2006 Bahan A : 850 gr tepung terigu "Cakra" / tepung terigu Jepang (Komachi) 30 gr ragi instant 10 gr garam 600 ml air matang (kalo pake tepung cakra, kurangi 75 - 100 ml) Bahan B : 200 gr tepung terigu "cakra" / tepung terigu Jepang 10 gr garam 60 gr susu bubuk FC 125 gr gula pasir 100 gr telur 125 gr mentega putih / shortening Cara Membuat : 1. Aduk bahan A sampai rata, istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang. 2. Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis. Lk. 10 menit. Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit. 3. Gilas tipis adonan setebal lk. 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi. 4. Goreng dalam minyak padat dengan api kcil saja hingga berwarna kuning kecoklatan. 5. Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera. Note : - Jika menggunakan Tepung Cakra, takaran air harus dikurangi sebanyak 75 s.d 100...

Miracle of Idul Adha

Masih terasa seperti kemarin, saat 5 tahun yang lalu, ketika itu suami tengah menunaikan ibadah haji.  Melalui sms dan telepon kita masih terus berkomunikasi dengan intens, sampai-sampai gara-gara collect call terus-terusan, biaya telepon rumah bengkak sampai 2jt rupiah!  Salah satu moment yang tak mungkin kulupakan saat idul adha adalah ketika suami meminta saya untuk ber kurban di rumah, dan dia sempet sms bilang "mi, minta bagian pahanya sebelah ya sama panitianya" saya hanya mengiyakan saja untuk menenangkan dan menyenangkan hatinya, karena saat itu saya berpikir bahwa kurban bukan berarti kita yang berkurban harus ikut mencicipi daging tsb, karena merasa masih banyak orang lain yang jauh lebih memerlukan daging tsb selain dari itu saya memang kurang suka memakan/memasak daging kurban, terasa beda baunya menurut saya.           Hari itupun tiba, setelah shalat idul adha di lapangan dekat rumah, tak lama saya dan adik menyaksikan prosesi pemot...